Pidi Baiq

Drunken Molen

    Latifani Indah Permata Sarihas quoted6 years ago
    akan menyenangkan jika kita tidak lagi saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seragam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot. Mari, telah tiba masanya untuk mendahulukan menengok diri sendiri agar menjadi bijaksana, minimal berusaha mencoba bijaksana, sehingga bisa memahami sebelum memarahi karena kita tidak diciptakan dari api. Kau tidak perlu merasa paling benar jika saya salah, dan saya tidak perlu merasa paling salah jika kau benar.
    b6673912489has quoted6 years ago
    Inilah ini, Drunken Molen. Inilah ini dari saya dan itulah itu diri kamu. Setiap orang memiliki latar belakangnya sendiri sehingga satu sama lain otomatis saling berbeda. Ini akan menyenangkan jika kita tidak lagi saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seragam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot. Mari, telah tiba masanya untuk mendahulukan menengok diri sendiri agar menjadi bijaksana, minimal berusaha mencoba bijaksana, sehingga bisa memahami sebelum memarahi karena kita tidak diciptakan dari api. Kau tidak perlu merasa paling benar jika saya salah, dan saya tidak perlu merasa paling salah jika kau benar.
    lailiaja2has quoted6 years ago
    marah ibu saya harganya mahal untuk ditukar dengan masalah yang seremeh itu
    nissya hakadieny bhas quoted6 years ago
    Yang tampak sempurna pada mereka boleh jadi hanyalah permukaannya. Jangan-jangan buta hatinya, tuli hatinya. Cacat moralnya, cacat imannya.
    Andrianihas quoted5 years ago
    bahwa setiap manusia memiliki kelemahannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri
    b4590137854has quoted5 years ago
    setiap manusia memiliki kelemahannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri, wahai Rizal. Orang-orang itu pun begitu, sama memiliki kekurangan sehingga aku atau kau tidak perlu lagi merasa satu-satunya di dunia yang memiliki kekurangan. Yang tampak sempurna pada mereka boleh jadi hanyalah permukaannya. Jangan-jangan buta hatinya, tuli hatinya. Cacat moralnya, cacat imannya. Tahu-tahu uang rakyat ludes olehnya, tahu-tahu sebuah negara menjadi porak-poranda olehnya.
    nissya hakadieny bhas quoted6 years ago
    marah ibu saya harganya mahal untuk ditukar dengan masalah yang seremeh itu.
    b0380770800has quoted2 years ago
    tidak. Mau terbang mau tidak. Ini dia
    Bayu Santosohas quoted2 years ago
    ersamaan dengan mereka juga harus membangun ITB demi sukses mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun Vila Isola, membangun Gedung Sewu, membangun Gedung Sate, membangun Benteng Marlborough, membangun Gereja Orange, membangun Gedung Agung Yogyakarta, membangun warung kopi yang kemudian kini menjadi Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, Bandung. Membangun Gedung Pakuan, membangun Vila Evangeline yang kini disebut Gedung YPK di Jalan Naripan, Bandung. Membangun apa saja termasuk bahkan yang kini disebut sebagai Istana Presiden Republik Indonesia. Membangun apa saja kecuali mal.
    anti tusithas quoted2 years ago
    Kata “sayang” pada kalimat marahmu bisa jadi pembukti bahwa kamu marah bukan karena benci, melainkan sayang.
    Reehas quoted2 years ago
    Kata “sayang” pada kalimat marahmu bisa jadi pembukti bahwa kamu marah bukan karena benci, melainkan sayang
    Reehas quoted2 years ago
    Kau tidak perlu merasa paling benar jika saya salah, dan saya tidak perlu merasa paling salah jika kau benar.
    Reehas quoted2 years ago
    Setiap orang memiliki latar belakangnya sendiri sehingga satu sama lain otomatis saling berbeda. Ini akan menyenangkan jika kita tidak lagi saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seragam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot
    Zulaekha MilaRosehas quoted4 years ago
    Di tempat yang kita semua tidak ingin pernah kembali ke situ, untuk menunggu sesuatu yang kau harap bisa lekas selesai, tapi kenyataannya harus diproses lebih dahulu dan itu lama. Seolah-olah hal itu sengaja mereka bikin lama, untuk menguji agar bisa mengetahui siapa dirimu, apakah engkau benar-benar disayang Tuhan ataukah tidak.
    Puteri Choirunnisahas quoted4 years ago
    Inilah dia, Drunken Molen
    Sejenis Pengantar Penulis

    Saya bisa melihatnya kembali sore ini. Melihat arsiran-arsiran air hujan itu lagi, dari balik kaca jendela kamar, sambil duduk menulis kata pengantar buku ini. Buku Drunken Molen ini. Buku yang sama dengan Drunken Monster, kakaknya, karena masih berisi kumpulan catatan harian saya juga.

    Inilah ini, Drunken Molen. Saya memberinya nama Drunken Molen karena saya ingin memberinya nama Drunken Molen. Mudah-mudahan menjadi buku yang sama dengan Drunken Monster, minimal akan menyebabkan orang bertanya ihwal apakah semua kandungan cerita di dalamnya benar-benar fakta atau fiksi belaka. Dengan begitu, saya akan senang. Senang karena telah lagi menyebabkan orang bertanya.

    Dan saya kira, saya tidak perlu menjawabnya. Karena kalau saya bilang bahwa itu adalah cerita nyata, toh kamu tidak akan percaya karena bagimu hidup ini adalah perjuangan yang maka itu kau serius. Sebaliknya jika saya katakan bahwa itu adalah hanya cerita rekaan, kamu malah justru meyakini bahwa itu adalah cerita nyata karena kamu setuju hidup ini permainan dan senda gurau.

    Inilah ini, Drunken Molen. Inilah ini dari saya dan itulah itu diri kamu. Setiap orang memiliki latar belakangnya sendiri sehingga satu sama lain otomatis saling berbeda. Ini akan menyenangkan jika kita tidak lagi saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seragam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot. Mari, telah tiba masanya untuk mendahulukan menengok diri sendiri agar menjadi bijaksana, minimal berusaha mencoba bijaksana, sehingga bisa memahami sebelum memarahi karena kita tidak diciptakan dari api. Kau tidak perlu merasa paling benar jika saya salah, dan saya tidak perlu merasa paling salah jika kau benar.

    Salam,

    H. Pidi Baiq
    Niz ExoticShawolhas quoted4 years ago
    Dan maka itu pasti dia sedang konsul sama istri saya yang psikolog, yang juga sebenarnya sama saja bisa pusing oleh suaminya, oleh suaminya yang adalah saya ini. Bukan dia pusing karena saya melakukan kekerasan rumah tangga, melainkan karena kelembutan rumah tangga. Itu bikin dia senang dan pusing sekaligus. Pusing bagaimana membalasnya. Hehehe ....
    Saya bergerak pergi ke dapur, mengambil dua buah gelas di atas rak untuk diisi air panas, diisi sedikit teh, dan gula pasir secukupnya. Bukan untuk saya, bukan untuk kepentingan pribadi, karena coba kau lihat, saya kemudian menyimpannya di atas baki warna cokelat. Coba kau lihat, saya membawanya ke sana, ke ruang tamu, dan menyimpannya di atas meja tamu, disaksikan oleh Odah, pembantu saya, yang mau apa sekonyong-konyong keluar dari kamarnya.
    “Eh, udah, Mas, nggak usah ngerepotin! Ini juga masih ada.”
    Siapa yang bilang itu? Yang bilang itu si ibu yang jadi tamu itu. Oh, dia benar. Ternyata memang sudah disuguhi air minum. Juga, ada saya melihat beberapa piring berisi penganan. Itu pasti tadi si Odah yang sudah kasih.
    “Nggaaak. Silakan, Bu,” saya tempelkan baki di dada. “Teh manis, Yang!” Yang terakhir itu saya tawarkan kepada istri sambil menunjuk salah satu gelas yang sudah saya
    Alina Grebenkinahas quoted4 years ago
    Hari sedang Senin. Matahari sudah terbang tinggi. Sudah pukul 10. Oh, mungkin lebih. Itu saya baru bangun dari tidur. Masih pakai sarung samarinda. Masih pakai kaus oblong bertuliskan Australia. Istri sudah sejak pagi tadi dia pergi, ke Jakarta. Timur sama, sudah sedari pagi dia pergi ke sekolah, bersama teman-temannya di dalam mobil jemputan. Bebe sama, sudah sedari pagi dia pergi bersama tantenya ke taman yang paling indah, taman kanak-kanak. Pembantu, sudah sejak kapan dia pergi ke mana. Mungkin sudah menclok di rumah tetangga atau sedang ke warung atau sedang ke mana pun, tidak akan saya bahas.
    Pada ke mana orang-orang rumah, saya merasa sedang sendiri. Teve menyala tanpa penonton. Ada kopi di atas meja yang berukir, itu pasti untuk saya. Baca-baca dulu sebelum meminumnya, bisa saja ada orang yang memasukkan sesuatu ke dalamnya, untuk membuat kulit saya menjadi mulus, menjadi lembut indah menggoda, diiringi musik, entah siapa yang memainkannya, untuk menambah situasi semakin bagus dan asap mengepul di berbagai tempat di sekitar saya.
    Andrianihas quoted5 years ago
    karena anak-anak adalah mereka yang bersama kenakalannya.
    Andrianihas quoted5 years ago
    YANG LALU SUDAHLAH BIAR BERLALU.
    Andrianihas quoted5 years ago
    Setiap tempat, punya alamat sendiri.
fb2epub
Drag & drop your files (not more than 5 at once)